Wewangian yang dibakar atau biasa disebut dengan dupa, produksi warga Tunggulsari yang menetap di Perum BUMI MAS dalam beberapa tahun terakhir berhasil menembus pasar dunia. Sampai saat ini produksi wewangian yang biasanya hanya memenuhi pasar di Pulau Bali kali ini berhasil menembus pasar di China dan Dubai. Berkaitan dengan hal tersebut, warga di sekitar perumahan, terutama ibu – ibu rumah tangga sekarang bisa mendapatkan tambahan income dengan belajar mengolah produk wewangian tersebut. Namun karena kendala bahan baku yang harus diimport (lidi) maka produksi wewangian atau dupa tersebut masih terbatas/ belum sepenuhnya memenuhi permintaan pasar.

Bagaimana reaksi anda mengenai artikel ini ?

Tinggalkan Komentar

Komentar anda tidak akan dipublikasikan, jika formulir yang ditandai * tidak diisi.